FUNGSI RAGAM HIAS TEMPAYAN MARTAVAN PADA MASYARAKAT TIONGHOA JAKARTA

Main Article Content

Diyah Wara Restiyati

Abstract

Tempayan martavan merupakan warisan budaya yang merepresentasikan identitas budaya Tionghoa terutama dengan ragam hias yang digambarkan pada permukaan wadah tersebut. Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang fungsi ragam hias tempayan martavan. Apakah masyarakat Tionghoa memfungsikan tempayan martavan sesuai dengan makna nilai-nilai luhur dari ragam hiasnya? Berdasarkan dari pertanyaan tersebut, penelitian dilakukan untuk mengetahui fungsi dan makna ragam hias yang terkait dengan kepercayaan leluhur masyarakat Tionghoa di Jakarta. Penelitian mengenai tempayan martavan ini menggunakan pendekatan antropologi simbolik untuk mengetahui motif, pola, ragam hias, nilai filosofi dan fungsi martavan di dalam masyarakat Tionghoa di Jakarta. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam dan pengamatan terlibat serta kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masyarakat Tionghoa di Jakarta, ragam hias ini mengandung makna nilai-nilai luhur dalam kepercayaan, yaitu Buddha, Khong Hu Cu dan Tao (disebut dengan Tridharma/Sam Kauw).


Martavan as a cultural heritage represent cultural identity of Chinese, mostly with the motifs in its surface. This research problem appoint the function of ornamental variety on martavan jars. Did the Chinese put into function the martavan jars according to the meaning of the noble values of the decoration? Based on these questions, the research was conducted to determine the function and meaning of decorative styles associated with the ancestral beliefs of the Chinese community in Jakarta. This research used a symbolic anthropological approach to confirm the motives, patterns, decorations, philosophical values and functions of martavan in Chinese society in Jakarta. The data collection technique in this study used in-depth interview, observation and literature review. The results showed that in the Chinese community of Jakarta, this decoration contains the meaning of noble values in belief, namely Buddha, Confucianism and Taoism (called Tridharma/Sam Kauw).

Article Details

How to Cite
Restiyati, D. W. (2020). FUNGSI RAGAM HIAS TEMPAYAN MARTAVAN PADA MASYARAKAT TIONGHOA JAKARTA. Kindai Etam : Jurnal Penelitian Arkeologi, 6(2), 125-136. https://doi.org/10.24832/ke.v6i2.68
Section
Articles

References

Aris Munandar, Agus. 2019. “Kalpatala Data Dan Interpretasi Arkeolog". Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Atmodjo, Junus Satrio, ed. 2011. “Vademekum, Benda Cagar Budaya.” Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

Collier, Irene Dea. 2011. Mitologi Cina. Oncor Semesta Ilmu. Oncor Semesta Ilmu.

Coppel, Charles. 1984. Tionghoa Indonesia Dalam Krisis. Jakarta: Penerbit Sinar Harapan.

Harry T.Morgan. 2007. China Simbol Dan Mistik. Alfamedia.

Himpunan Keramik Indonesia. 2000. Tempayan Martavans.

Ming-Yuet, Kee. 2009. Peranakan Chinese Porcelain. Vibrant Fetive Ware of the Straits Chinese. Tuttle Publishing.

Rangkuti, Nurhadi, Pojoh, Inge, dan Harkantiningsih, Naniek. 2008. Buku Panduan Analisis Keramik. Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Badan Pengembangan Sumberdaya
Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Restiyati, Diyah Wara. 2006. “Minoritas Dan Negara.” Universitas Indonesia.

Singgih, Marga. 2016. “Tridharma Selayang Pandang.” Jakarta: Yayasan Tridharma.

Sulaeman, Satyawati. 1984. Beberapa Catatan Tentang Pemakaian Benda-Benda Keramik Di Indonesia.