PENGARUH ETIKA DAN KEBIJAKAN ARKEOLOGI TERHADAP KETIADAAN PERAN ARKEOLOGI DALAM DISKUSI KONFLIK PASCA G/30/S 1965 DI INDONESIA

Main Article Content

Abednego Andhana Prakosajaya
Aziza Dwimas Hendarini

Abstract

Abstrak. Konflik pasca G/30/S tahun 1965 merupakan bagian dari sejarah Indonesia yang banyak menuai kontroversi di masyarakat luas bahkan hingga saat ini. Konflik ini menjadi perhatian luas bidang ilmu politik dan sejarah, namun dalam pengungkapannya dibutuhkan metode dan ilmu arkeologi untuk menjelaskan fenomena hasil konflik kontemporer di lapangan. Tiga permasalahan yang akan diajukan adalah sejauh mana keterlibatan arkeolog dalam konflik pascaG/30S, apakah etika dan kebijakan arkeologi menjadi pembatas keterlibatan arkeolog dalam kasus ini, dan bagaimana kebijakan serta etika arkeologi di luar negeri menanggapi kasus serupa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat alasan ketiadaan peran arkeologi terhadap kasus ini dan keterkaitannya dengan etika dan kebijakan arkeologi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yang dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dengan pengolahan data menggunakan analisis konten. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa ketiadaan peranan arkeologi dalam diskusi perkembangan narasi sejarah pascaG/30/S merupakan akibat dari kontradiksi kebijakan dan etika profesi arkeolog Indonesia dengan etika arkeologi secara luas. Penelitian ini berkesimpulan bahwa ketiadaan peran arkeolog dalam perkembangan diskusi narasi sejarah pascaG/30/S memiliki keterkaitan dengan penafsiran kebijakan dan etika profesi arkeologi di Indonesia yang dalam beberapa aspek bertolak belakang dengan etika ilmu arkeologi secara luas. Untuk mencapai peranan arkeologi yang diharapkan sebagaimana telah ditunjukan oleh negara lain dengan kasus serupa, dibutuhkan etika ilmu arkeologi yang lebih diprioritaskan dibandingkan kebijakan nasional dan etika profesi arkeologi.


 


Abstract. The post-G/30/S conflict in 1965 is part of Indonesia's history, which has drawn a lot of controversy in the wide community even today. This conflict has received wide attention in the fields of political science and history. The disclosure requires archaeological methods and science to explain the phenomenon of contemporary conflict results in the field. this article will discuss the extent to which archaeologists are involved in the post-G/30S conflict, whether archaeology ethics and policies are a barrier to archaeologists' involvement in this case, and how foreign archaeological policies and ethics respond to a similar matter. This study aims to understand the reasons for the absence of archaeology's role in this case and its relationship to archaeology ethics and policies in Indonesia. This study uses library research methods collected through documentation techniques with content analysis data processing. The results obtained indicate that the absence of archaeology's role in the discussion of the development of post-G/30/S historical narratives is the result of the contradictions between the policies and ethics of the Indonesian archaeologist profession with archaeology ethics in general. Archaeological ethics need to be considered so that archaeology can play a better role in post-G/30/S historical narratives.

Article Details

How to Cite
Prakosajaya, A. A., & Hendarini, A. D. (2021). PENGARUH ETIKA DAN KEBIJAKAN ARKEOLOGI TERHADAP KETIADAAN PERAN ARKEOLOGI DALAM DISKUSI KONFLIK PASCA G/30/S 1965 DI INDONESIA. Kindai Etam : Jurnal Penelitian Arkeologi, 7(1), 45-60. https://doi.org/10.24832/ke.v7i1.82
Section
Articles

References

Beaudry, Mary C. 2009. “Ethical Issues in Historical Archaeology.” in International Handbook of Historical Archaeology. New York: Springer.
Boden, Ragna. 2007. “The ‘Gestapu’ Events of 1965 in Indonesia: New Evidence from Russian and German Archives.” Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 163(4):507–28.
Creswel, John. W. 2013. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. California: SAGE Publication.
Cribb, Robert. 2001. “Genocide in Indonesia, 1965‐1966.” Journal of Genocide Research 3(2):219–39. doi: 10.1080/713677655.
Cribb, Robert. 2002. “Unresolved Problems in the Indonesian Killings of 1965-1966.” Asian Survey 42(4):550–63. doi: 10.1525/as.2002.42.4.550.
Eickhoff, Martijn, Gerry van Klinken, dan Geoffrey Robinson. 2017. “1965 Today: Living with the Indonesian Massacres.” Journal of Genocide Research 19(4):449–64. doi: 10.1080/14623528.2017.1393931.
Falser, Michael, dan Monica Juneja. 2013. “Archaeologizing” Heritage - Transcultural Entanglements between Local Social Practice and Global Virtual Realities. diedit oleh M. Herren, A. Michaels, dan R. G. Wagner. New york: Springer.
González-ruibal, Alfredo. 2015. Ethics and the Archaeology of Violence. diedit oleh A. Gonzales-Ruibal. London: Springer.
González-Ruibal, Alfredo. 2018. An archaeology of the contemporary era. London: Routledge.
Graham-Yooll, Andrew. 2005. “The Pain and The Memory: The Legacy of Nunca Más.” Index on Censorship 34(1):62–66. doi: 10.1080/03064220512331339490.
Hearman, Vannessa. 2009. “The Uses of Memoirs and Oral History Works in Researching the 1965-1966 Political Violence in Indonesia.” International Journal of Asia Pacific Studies (IJAPS) 5(1):21–42.
Hearman, Vannessa. 2013. “Suppressing and Recovering Memories of the Indonesian Sixties.” Social Transformation 1(1):5–25.
Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia. “Kode Etik Ahli Arkeologi Indonesia”. Diakses pada 25 Februari 2021 (https://iaai.or.id/ad/ad-art-kode-etik-dan-perundang-undangan/).(web)
Kammen, Douglas, dan Katharine McGregor. 2012. “Introduction: The Contours of Mass Violence in Indonesia, 1965-­68.” Hal. 1–24 in The Contours of Mass Violence in Indonesia, 1965-­68. Honolulu: Asian Studies Association of Australia in association with University of Hawaii.
Kuntowijoyo. 2013. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Leksana, Grace. 2021. “Collaboration in Mass Violence: The Case of the Indonesian Anti-Leftist Mass Killings in 1965–66 in East Java.” Journal of Genocide Research 23(1):58–80. doi: 10.1080/14623528.2020.1778612.
Lydon, Jane. 2016. Handbook of Postcolonial Archaeology. California: Left Coast Press.
Lynott, Mark J. 1997. Ethics in Archaeology. New York: Archaeological Institute of America.
Magetsari, Noerhadi. 2016. Perspektif Arkeologi Masa Kini Dalam Konteks Indonesia. Jakarta: Kompas.
Marwoto-Johan, Irmawati. 2012. “Arkeologi Menurut Interpretasi Siapa?” Public History Review 19(2012):111–21.
McGuire, Randall H. 2008. Archaeology as Political Action. California: University of California Press.
Melvin, Jess. 2018. The Army and the Indonesian Genocide: Mechanics of Mass Murder. New York: Routledge.
Mujabuddawat, Muhammad Al. 2016. “Geographic Information System(GIS) in Research and Presentation of Information Archaelogy.” Kapata Arkeologi 12(1):29–42.
Paramita, Patricia Dhiana. 2011. “Keterkaitan Antara Politik dan Kekuasaan dalam Organisasi.” Majalah Ilmiah Universitas Pandanaran 9(21):1–13.
Pettitt, Joanne. 2021. “Introduction: new perspectives on Auschwitz.” Holocaust Studies 27(1):1–11. doi: 10.1080/17504902.2019.1625110.
Pohlman, Annie. 2013. “The Massacres of 1965–1966: New Interpretations and the Current Debate in Indonesia.” Journal of Current Southeast Asian Affairs 32(3):3–9. doi: 10.1177/186810341303200301.
Robinson, Geoffrey B. 2018. The Killing Season; A History of The Indonesian Massacres, 1965-66. New Jersey: Princeton University Press.
Roosa, John. 2020. Buried Histories: The Antocommunist Massacres of 1965-1966 in Indonasia. diedit oleh S. Straus, T. Haberkorn, dan S. J. Stern. Wisconsin: The University of Wisconsin Press.
Roosa, John, Ayu Ratih, dan Hilmar Farid. 2004. Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65. Jakarta: Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam).
Scarre, Chris, dan Geoffrey Scarre. 2006. The Ethics of Archaeology: Philosophical Perspectives on Archaeological Practice. Cambridge: Cambridge University Press.
Siregar, Sondang Martini. 2019. “Paradigma Dalam Ilmu Arkeologi.” ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah 15(2):200–205. doi: 10.21831/istoria.v15i2.26781.
Suriyanto, Rusyad Adi. 2016. “Arkeologi Forensik: Perkembangan Dan Capaiannya Di Indonesia.” Berkala Arkeologi 36(1)45-70. doi: 10.30883/jba.v36i1.224.
Werdininggar, Silvia Pristi. 2015. “Tragedi 1965 di Indonesia Perspektif Kambing Hitam Rene Girard.” Skripsi Universitas Sanata Dharma 1–72.
Wieringa, Saskia Eleonora. 2011. “Sexual Slander and the 1965/66 Mass Killings in Indonesia: Political and Methodological Considerations.” Journal of Contemporary Asia 41(4):544–65. doi: 10.1080/00472336.2011.610613.
Wijadmi, Lidwina. 1998. “Perkembangan PKI Pemberontakan dan Pergantian Pemerintah RI 1950-1966.” Skripsi Universitas Sanata Dharma.