LATAR BELAKANG PENETAPAN SĪMA BAGI PERTAPAAN PADA MASA PEMERINTAHAN AIRLANGGA (1019-1043 M)

Main Article Content

Yori Akbar Setiyawan

Abstract

Abstrak. Penelitian mengenai prasasti-prasasti pada masa pemerintahan Airlangga telah banyak dilakukan. Namun, penelitian mengenai latar belakang kebijakan Airlangga yang berkaitan dengan kehidupan politik, ekonomi, dan sosio-religi kerajaannya dengan berdasar pada bukti prasasti belum banyak disentuh oleh arkeolog maupun ahli epigrafi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang salah satu kebijakan Airlangga berupa penetapan sīma bagi pertapaan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis menggunakan pendekatan epigrafi dengan data utama berupa alih aksara dan alih bahasa prasasti, serta data sekunder berupa naskah kesastraan dan literatur mengenai Airlangga dari buku, jurnal, laporan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi. Analisis penelitian dilakukan terhadap isi prasasti dan kebijakan yang dilakukan selama Airlangga menjadi raja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang melatarbelakangi penetapan sīma bagi pertapaan pada masa Airlangga yaitu faktor politik sebagai upaya menarik simpati dan menegakkan hegemoninya sebagai raja dan faktor sosio-religi berkaitan dengan kewajiban raja untuk mengayomi rakyat.


 


Abstract. There are several kinds of research on the inscriptions during the reign of Airlangga at 1019-1043 C.E. However, research on Airlangga's policy related to the political, economic, and socio-religious aspects based on inscription evidence has not been widely discussed. This study aims to determine the background of the sima establishment policy for the hermitage set by Airlangga. This is analytical descriptive research using an epigraphic approach. Primary data is the transliteration and translation of inscriptions, while secondary data is literary texts and literature studies on Airlangga. Research analysis was carried out on the contents of the inscriptions and Airlangga’s policies during his reign. The results showed that there were two factors behind the establishment of sīma for a hermitage. First, the political factor was an effort to get sympathy and strengthen his hegemony. Second, socio-religious factors related to the king's obligation to protect the people.

Article Details

How to Cite
Setiyawan, Y. A. (2021). LATAR BELAKANG PENETAPAN SĪMA BAGI PERTAPAAN PADA MASA PEMERINTAHAN AIRLANGGA (1019-1043 M). Kindai Etam : Jurnal Penelitian Arkeologi, 7(1), 1-16. https://doi.org/10.24832/ke.v7i1.84
Section
Articles

References

Bakker, J. W. M. 1972. Ilmu Prasasti Indonesia. Edisi keempat. Yogyakarta: Jurusan Sedjarah Budaya IKIP Sanata Dharma.
Boechari. 1985/1986. Prasasti Koleksi Museum Nasional Jilid I. Jakarta: Proyek Pengembangan Museum Nasional.
Boechari. 2012a. “Epigrafi dan Sejarah Indonesia”. hlm. 3–28 dalam Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti, Tracing Ancient Indonesian History through Inscriptions, editor A. Griffiths, N. Susanti, H. Djafar, dan E. Wurjantoro. Jakarta: Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia.
Boechari. 2012b. “Rakṛyān Mahāmantri I Hino Śrī Sanggrāmawijaya Dharmaprasādottunggadewi". hlm. 71–102 dalam Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti, Tracing Ancient Indonesian History through Inscriptions, editor A. Griffiths, N. Susanti, H. Djafar, dan E. Wurjantoro. Jakarta: Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia.
Boechari. 2012c. “Śrī Mahārāja Mapañji Garasakan: New Evidence on the Problem of Airlangga’s Partition of His Kingdom”. hlm. 135–54 dalam Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti, Tracing Ancient Indonesian History through Inscriptions, editor A. Griffiths, N. Susanti, H. Djafar, dan E. Wurjantoro. Jakarta: Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia.
Brandes, J. L. A. 1913. Oud-Javaansche Oorkonden, Nagelaten Transcripties. Batavia dan ’s Hage: Albrecht & Co. dan M. Nijhoff.
de Casparis, J. 1956. Prasasti Indonesia II. Bandung: Dinas Purbakala Republik Indonesia.
de Casparis, J. 1958. “Airlangga”. Pidato Pengukuhan Guru Besar Indonesia Sedjarah Lama dan Bahasa Sanskerta, 26 April 1958. Malang: Universitas Airlangga.
Christie, Jan Wisseman. 1983. “Rāja and Rāma: The Classical State in Early Java”. hlm. 9–44 dalam Centers, Symbols, and Hierarchies: Essays on the Classical States of Southeast Asia, editor L. Gesick dan C. Geertz. Connecticut: Yale University Southeast Asia Studies.
Christie, Jan Wisseman. 1999. Register of the Inscriptions of Java Volume II (The Inscriptions of Mataram). Working draft.
Darmosoetopo, Riboet. 2003. Sima dan Bangunan Keagamaan di Jawa Abad IX-X TU. Yogyakarta: Penerbit Prana Pena.
Dwiyanto, Djoko. 2018. Refleksi Penelitian Epigrafi dan Prospek Pengembangannya. Yogyakarta: Kepel Press.
Hall, Kenneth R. 2011. A History of Early Southeast Asia: Maritime Trade and Societal Development, 100-1500. Lanham: Rowman & Littlefield Publishers, Inc.
Izza, Nainunis Aulia. 2014. “Gaya Arsitektur Gua Selomangleng Tulungagung sebagai Pertapaan Masa Mataram Kuno Jawa Bagian Timur dan Muatan Pendidikannya”. Jurnal Sejarah dan Budaya 8(2):176-191.
Jones, Antoinette M. Barret. 1984. Early Tenth Century Java Form The Inscriptions. Leiden: Foris Publications.
Julianto, Ninie Susanti. 2012. “Dharmawangsa Tguh Dan Airlangga”. hlm. 190–95 in Indonesia dalam Arus Sejarah 2: Kerajaan Hindu-Buddha, editor T. Abdullah dan A. B. Lapian. Jakarta: PT Ichtiar Bau van Hoeve bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kusen. 1988. Faktor – Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Status Sawah Di Wanua Tengah Dalam Masa Pemerintahan Raja – Raja Mataram Kuna Abad 8 – 10. Laporan Penelitian Arkeologi. Yogyakarta: Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.
Lombard, Denys. 2018. Nusa Jawa Silang Budaya Bagian III: Warisan Kerajaan-Kerajaan Konsentris. Edisi Revisi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Megakusuma, Bintang. 2013. “Prasasti “Garudhamukha” 945 Śaka”. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia.
Munandar, Agus Aris. 1990. “Kegiatan Keagamaan di Pawitra: Gunung Suci di Jawa Timur Abad 14-15”. Tesis. Depok: Universitas Indonesia.
Munandar, Agus Aris. 1993. Gunung Penanggungan sebagai Tempat Kegiatan Kaum Rsi. Laporan Penelitian Arkeologi. Depok: Universitas Indonesia.
Munandar, Agus Aris, dan Kresno Yulianto. 1995. Arsitektur Gua sebagai Sarana Peribadatan. Laporan Penelitian Arkeologi. Depok: Universitas Indonesia.
Nasoichah, Churmatin. 2017. “Pembacaan Angka Tahun Prasasti Sirah Kĕting dan Kaitannya dengan Tokoh Śrī Jayawarsa Digwijaya Śastraprabhu”. Purbawidya 6(1):1–18.
Nastiti, Titi Surti. 2013. “Prasasti Kusambyan: Identifikasi Lokasi Madander dan Kusambyan”. Amerta 31(1):69–79.
Nugroho, Aang Pambudi. 2015. “Penelusuran Beberapa Fragmen Prasasti Paṇḍān Di Rumah Penduduk (Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto)”. Berkala Arkeologi 35(1):73–90.
Poesponegoro, Marwati Djoenod, and Nugroho Notosusanto, eds. 2008. Sejarah Nasional Indonesia II, Zaman Kuno. Edisi Pemutakhiran. Jakarta: Balai Pustaka.
Rahayu, Andriyati. 2016. “Kehidupan Kaum Agamawan Masa Majapahit Akhir: Tinjauan Epigrafis”. Disertasi. Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.
Santiko, Hariani. 1990. “Kehidupan Beragama Golongan Rsi Di Jawa”. hlm. 156–71 dalam Monumen: Karya Persembahan untuk Prof.Dr.R. Soekmono, editor E. Sedyawati, I. H. . Pojoh, dan S. Rahardjo. Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Sedyawati, Edi. 1985. “Pengarcaan Ganesha Masa Kadiri Dan Singhasari: Sebuah Tinjauan Sejarah Kesenian”. Disertasi. Jakarta: Universitas Indonesia.
Setyawatiningrum, Murni. 2016. “Peranan Jawa Dalam Perdagangan Emporia Asia Abad X-XI Masehi”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Siswanto. 2018. “Identifikasi Penggunaan Lahan Berdasarkan Sumber Prasasti Abad Ke-11 Masehi Di Jawa Timur”. Purbawidya 7(1):21–34.
Suarbhawa, I Gusti Made. 2000. “Teknik Analisis Prasasti”. Forum Arkeologi (II):135–47.
Susanti, Ninie. 2010. Airlangga: Biografi Raja Pembaru Jawa Abad XI. Depok: Komunitas Bambu.
Witasari, Vernika Hapri. 2009. “Pasasti Pucangan Sansekerta 959 Śaka (Suatu Kajian Ulang)”. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia.
Witasari, Vernika Hapri. 2011. “Lambang Raja Pada Kerajaan Kuna Di Kawasan Indonesia Abad XI-XV Masehi: Sebuah Rekonstruksi Makna”. Tesis. Depok: Universitas Indonesia.
Wurjantoro, Edhie. 2018. Anugerah Sri Maharaja, Kumpulan Alihaksara dan Alihbahasa Prasasti-Prasasti Jawa Kuna dari Abad VIII-XI. Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.
Yulianto, Ninie Susanti. 1996a. Prasasti-Prasasti Sekitar Masa Pemerintahan Raja Airlangga: Suatu Kajian Analitis. Laporan Penelitian Arkeologi. Depok: Universitas Indonesia.
Yulianto, Ninie Susanti. 1996b. Prasasti Sebagai Data Sejarah Kuna. Laporan Penelitian Arkeologi. Depok: Universitas Indonesia.
Zoetmulder, P. J. 1983. Kalangwan, Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. Jakarta: Penerbit Djambatan.
Zoetmulder, P. J., dan S. O. Robson. 1995. Kamus Jawa Kuna-Indonesia. Jakarta: Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia.